GRESIK, PustakaJC.co - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan kepastian hukum dan kemudahan berusaha melalui penyelenggaraan The 1st Gresik Business Forum yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik di Hotel Horison Gresik.
Mengusung tema Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik, forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, kawasan industri, perbankan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (31/7/2026).
Kepala DPMPTSP Gresik Reza Pahlevi menjelaskan forum tersebut menjadi wadah strategis untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha sekaligus memperkuat citra Gresik sebagai daerah tujuan investasi yang kompetitif.
“Kami ingin forum ini menjadi ruang dialog yang mampu menarik lebih banyak investasi sekaligus memperkuat brand image Gresik sebagai salah satu tujuan investasi yang menjanjikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPMPTSP Gresik Fauzi Budi Setyawan memaparkan implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 pada sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Penerapan regulasi terbaru tersebut diharapkan membuat proses perizinan semakin akurat, efisien, terintegrasi, dan transparan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti menjelaskan perkembangan mekanisme Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025. Menurutnya, sejumlah permohonan izin di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Baku Sawah (LBS) masih menunggu legalisasi revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Wakil Rektor III Universitas Gresik Devy Syanindita Roshida juga menyampaikan pentingnya kepatuhan terhadap kewajiban pelaporan ketenagakerjaan sebagai upaya mitigasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis.
Dalam sambutannya, Bupati Yani menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.
Ia menilai investasi harus mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Investasi menghadirkan proyek, tetapi kemitraan menciptakan masa depan,” ujar Yani.
Bupati Yani mengungkapkan bahwa realisasi investasi Kabupaten Gresik hingga semester pertama tahun 2026 telah mencapai sekitar Rp11,4 triliun atau mendekati sepertiga dari target investasi sebesar Rp30 triliun.
Ia juga memastikan proses perizinan di Kabupaten Gresik kini jauh lebih mudah dibanding sebelumnya.
“Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Kabupaten Gresik. Kalau ada yang kurang, dilengkapi, cepat selesai, keluar. Kalau ada yang lama, silakan ngomong ke saya,” tegasnya.
Menurut Yani, di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah daerah harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, kepastian hukum, dan birokrasi yang responsif agar Gresik tetap menjadi daerah yang menarik bagi investor.
Ia menyebut Kabupaten Gresik memiliki berbagai keunggulan, mulai dari posisi geografis yang strategis, kawasan industri yang berkembang, pelabuhan, ketersediaan energi, air, gas, hingga infrastruktur yang terus ditingkatkan. Namun seluruh potensi tersebut harus didukung kepastian tata ruang.
“Kita berangkat dari tata ruang karena dari tata ruang itu ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Jelas, tidak tumpang tindih, tidak abu-abu,” katanya.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan pembangunan infrastruktur terus dipercepat untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan industri melalui pengembangan jaringan jalan yang terhubung dengan jalan nasional maupun jalan tol.
Menurutnya, peningkatan investasi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga terus memperkuat pelatihan kerja, pendidikan vokasi, serta program magang agar kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi sesuai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Selain memperkuat kualitas sumber daya manusia, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha juga terus didorong melalui akses pembiayaan, pengembangan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas lingkungan.
“Bapak Ibu semua tentu tidak hanya ingin berusaha lima atau sepuluh tahun. Pasti ingin usaha itu berjalan 20 sampai 50 tahun ke depan. Karena itu kami berharap lingkungan sosial, udara, tanah, dan air juga dijaga,” tuturnya.
Pada forum tersebut, DPMPTSP Gresik turut menawarkan lima peluang investasi strategis, yaitu industri pengolahan tembaga, alat dan mesin pertanian, hilirisasi timah, industri farmasi, serta pengolahan hasil perikanan bernilai tambah.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan penghargaan kepada 13 perusahaan dan mitra yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah, di antaranya PT Freeport Indonesia, PT Petrokimia Gresik, PT Berkah Kawasan Sejahtera, PT Gajah Putera Antariaga, PT Garuda Unggul Putra Putri Jaya, PT Dharma Graha Utama, PT Multimanao Indonesia, CV Tiga Peruang Lampur, PT Marco Prisma, PT BHST, Bank BPD Jawa Timur Cabang Gresik, dan PT Himalaya Mitra Sukses.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mempercepat layanan perizinan dan memperkuat iklim investasi saat membuka The 1st Gresik Business Forum di Hotel Horison Gresik. (ivan)