AHY Resmikan Permukiman Terpadu untuk 1.152 Warga Gresik

gresik | 02 Agustus 2026 08:21

AHY Resmikan Permukiman Terpadu untuk 1.152 Warga Gresik
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau salah satu rumah baru sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat Program DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. (dok jatimpos)

GRESIK, PustakaJC.co – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan kawasan permukiman terpadu melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026). Program tersebut menghadirkan kawasan hunian yang kini menjadi tempat tinggal bagi sekitar 1.152 warga.

 

Dalam peresmian tersebut, AHY menyerahkan sebanyak 166 unit rumah layak huni kepada masyarakat. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus menyediakan hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (2/7/2026).

 

Menurut AHY, pembangunan kawasan permukiman tidak hanya berfokus pada penyediaan rumah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

“Indonesia bukan hanya harus semakin maju, bukan hanya harus semakin sejahtera, tapi harus semakin asri. Ini dimulai dari rumah-rumah kita, dari keluarga kita di semua wilayah tanah air,” ujar AHY.

 

 

 

Ia mengaku terharu melihat perubahan kondisi permukiman di Desa Campurejo. Menurutnya, kebahagiaan warga yang kini menempati rumah baru menjadi bukti nyata bahwa program pemerintah mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

“Saya sungguh terharu mendengarkan testimoni dan melihat raut wajah yang berbahagia. Mereka menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah menghadirkan rumah-rumah yang semakin layak hari ini,” katanya.

 

AHY menjelaskan, dari total 166 unit rumah yang tersedia, sebanyak 102 unit merupakan rumah baru, 43 unit merupakan rumah tidak layak huni yang direnovasi, sedangkan 21 unit lainnya dibangun melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

 

Selain membangun rumah, pemerintah juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai infrastruktur dasar. Fasilitas yang tersedia meliputi jalan lingkungan, saluran drainase, jaringan pipa air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tandon air, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

 

[halamam]

 

Menurut AHY, pembangunan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting agar kawasan tidak hanya memiliki rumah yang layak, tetapi juga lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

 

“Jadi bukan hanya rumahnya, tapi juga jalan-jalan lingkungannya, ada IPAL, saluran air bersih, dan fasilitas lainnya sehingga kawasan ini benar-benar menjadi lingkungan yang layak dihuni,” tuturnya.

 

Kawasan permukiman terpadu seluas sekitar 7,11 hektare tersebut kini dihuni sekitar 1.152 jiwa. AHY berharap seluruh warga dapat menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

“Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu semua. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu contoh penataan kawasan kumuh lainnya yang bisa menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat,” ucapnya.

 

 

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta sektor swasta yang ikut berkontribusi melalui program CSR sehingga pembangunan kawasan permukiman terpadu dapat direalisasikan.

 

Salah seorang penerima manfaat mengaku bersyukur karena kini keluarganya memiliki tempat tinggal yang layak dan tidak lagi harus berpindah-pindah rumah kontrakan.

 

“Dengan adanya perumahan ini kami tidak lagi terlunta-lunta mengontrak ke sana kemari. Alhamdulillah terciptalah kebahagiaan ini,” ungkapnya.

 

Program DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo diharapkan menjadi model penataan kawasan permukiman yang dapat diterapkan di daerah lain. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, pemerintah menargetkan semakin banyak kawasan kumuh dapat ditata menjadi lingkungan yang sehat, tertata, dan layak huni bagi masyarakat. (ivan)