GRESIK, PustakaJC.co – Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gresik yang mengalami kerusakan segera mendapat perbaikan. Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk merehabilitasi enam pasar yang dinilai membutuhkan penanganan.
Perbaikan tersebut menjadi perhatian Komisi II DPRD Gresik setelah menemukan berbagai persoalan di sejumlah pasar, mulai dari bangunan bocor, fasilitas rusak hingga genangan air saat musim hujan. Dilansir dari gresiksatu.com, Sabtu, (15/8/2026).
Perhatian itu disampaikan Komisi II DPRD Gresik dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Enam pasar yang masuk dalam rencana rehabilitasi yakni Pasar Dukun, Pasar Kota, Pasar Baru, Pasar Sidomoro, Pasar Giri dan Pasar Petiken Driyorejo.
Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, mengatakan Pasar Sidayu sebelumnya masuk dalam program perbaikan. Namun, pasar tersebut telah mendapatkan revitalisasi sehingga anggaran yang tersedia dialihkan untuk enam pasar lainnya.
“Untuk Pasar Sidayu sudah dilakukan revitalisasi. Jadi anggaran ini difokuskan untuk enam pasar lainnya,” kata Kurdi, Jumat (14/8/2026).
Dari enam pasar tersebut, Pasar Dukun menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan. Pasalnya, pasar tersebut kerap terdampak banjir sehingga mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung.
Kurdi menegaskan, penanganan Pasar Dukun tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan. Persoalan genangan air juga harus dicarikan solusi agar tidak terus mengganggu aktivitas perdagangan.
“Pasar Dukun itu sering kebanjiran, sehingga memang harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk rehabilitasi keenam pasar tersebut. Dari total anggaran itu, sekitar Rp600 juta dialokasikan khusus untuk penanganan Pasar Dukun.
Sebelumnya, Komisi II DPRD Gresik juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas yang tersedia. Hasilnya, beberapa pasar dinilai membutuhkan penanganan segera.
“Pasar Gresik ini banyak yang bocor, ada yang jebol dan kurang terawat. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ungkap Kurdi.
Menurutnya, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Karena itu, pembenahan pasar tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kenyamanan pedagang dan masyarakat.
Kurdi berharap perbaikan tersebut dapat memberikan dampak bagi aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional.
“Ini kan wajah kota Gresik jadi memang harus diperhatikan. Jangan sampai kondisinya dibiarkan seperti itu. Meski anggarannya terbatas, tapi dengan adanya penanganan segera setidaknya berdampak bagi pedagang dan pengunjung,” pungkasnya. (ivan)