GRESIK, PustakaJC.co – Sebanyak 62 desa di Kabupaten Gresik masuk dalam pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, Senin, (24/8/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang mengatakan, 62 desa tersebut tersebar di 11 kecamatan. Dilansir dari gresiksatu.com, Selasa, (25/8/2026).
“BPBD sudah memetakan 62 desa dari 11 kecamatan yang berpotensi kekeringan. Sampai dengan hari ini, kita sudah membantu desa yang mengalami kekeringan,” kata Driatmiko.
Hingga saat ini, distribusi air bersih telah dilakukan ke lima desa yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Dua desa berada di Kecamatan Sidayu, yakni Desa Randuboto dan Desa Srowo. Sementara tiga desa lainnya berada di Kecamatan Bungah, yakni Desa Kemangi, Desa Gumeng, dan Desa Pegundan.
Selain wilayah tersebut, BPBD Gresik juga menyiapkan distribusi air bersih ke Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang. Desa tersebut masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.
Untuk mendukung penyaluran air bersih, BPBD Gresik menyiapkan lima unit mobil tangki. Masing-masing armada memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter air.
Dukungan penanganan kekeringan juga diperkuat melalui tambahan anggaran sebesar Rp104 juta dalam Perubahan APBD 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan penanganan kekeringan, termasuk penambahan stok air.
BPBD Gresik sebelumnya menyiapkan 250 tangki air. Setelah mendapat tambahan sebanyak 200 tangki, kini terdapat sekitar 450 tangki yang disiapkan untuk mendukung penanganan kekeringan di wilayah Kabupaten Gresik.
“Dari awal mula 250 tangki, kemarin kita mendapat tambahan 200 tangki. Jadi kurang lebih 450 tangki kita siap untuk membackup kekeringan di wilayah Kabupaten Gresik,” jelas Driatmiko.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi menambahkan, penyaluran air bersih telah mulai berjalan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.
“Untuk anggaran Rp104 juta untuk kekeringan, distribusi air sudah mulai berjalan,” ungkap Sukardi.
BPBD Gresik memastikan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap. Penyaluran disesuaikan dengan hasil pemetaan wilayah serta kebutuhan masyarakat di desa-desa yang terdampak kekeringan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih tetap mendapatkan pasokan selama musim kemarau berlangsung. (ivan)