Polres Gresik Garansi Stok BBM Aman, Warga Diimbau Tak Terpancing Panic Buying

gresik | 19 Oktober 2026 08:10

Polres Gresik Garansi Stok BBM Aman, Warga Diimbau Tak Terpancing Panic Buying
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat memeriksa SPBU di tengah isu kelanhlaan BBM di Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Kepolisian Resor (Polres) Gresik memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Gresik berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) menyusul maraknya isu kelangkaan BBM jenis Pertalite yang beredar di media sosial.

 

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, usai memimpin peninjauan dan pengecekan lapangan secara berkala di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) strategis. Dilansir dari gresiksatu.com, Senin, (19/10/2026).

 

"Masyarakat Gresik tidak perlu panic buying. Kami sudah melakukan pengecekan di sejumlah SPBU, stok BBM masih tersedia dan kondisi secara umum normal," tegas AKBP Ramadhan Nasution, Minggu, (18/10/2026).

 

 

 

Pengecekan maraton tersebut menyasar sejumlah titik padat antrean, di antaranya SPBU Suci, Dahanrejo, Bungah, Manyar, Sukomulyo, Morowudi, hingga dua SPBU di kawasan Roomo.

 

Menjawab fenomena antrean panjang yang sempat memicu keresahan warga, Polres Gresik mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada dinamika distribusi, bukan penipisan stok pasokan.

 

Sejak akhir September lalu, pasokan BBM untuk sejumlah SPBU di Gresik sempat mengalami pengalihan jalur pengambilan dari Depo Surabaya ke Depo Tuban. Jarak tempuh yang lebih jauh tersebut berdampak langsung pada jeda waktu pengisian ulang (lead time) stok di tingkat pengecer.

 

Namun, situasi tersebut dipastikan mulai terurai setelah jalur pengambilan BBM kini telah dikembalikan ke Depo Surabaya.

 

"Peralihan rute pasokan sebelumnya memang berdampak pada ketepatan waktu pengisian stok. Saat ini pengambilan BBM sudah mulai kembali dari Depo Surabaya, sehingga distribusi diperkirakan normal dan lebih tepat waktu," jelasnya.

 

 

Kapolres memperingatkan bahwa fenomena panic buying justru menjadi pemicu utama timbulnya antrean yang tak wajar di lapangan. Oleh karena itu, warga diminta untuk membeli BBM sesuai kebutuhan harian secara bijak.

 

Selain itu, kepolisian meminta masyarakat tidak menelan mentah-mentah narasi kelangkaan yang belum terverifikasi di media sosial. Untuk menjaga ketertiban, Polres Gresik menempatkan personel guna memantau alur distribusi di SPBU secara berkelanjutan.

 

"Jika masyarakat menemukan dugaan kelangkaan, antrean yang tidak wajar, atau indikasi penyelewengan distribusi, segera laporkan kepada kami," tambah Ramadhan.

 

Masyarakat dapat mengadu melalui saluran resmi Call Center Polri di nomor 110 atau kontak layanan penanganan cepat Lapor Cak Rama di nomor WhatsApp 081188002006. (ivan)

 

⁠