Akses Modal dan Teknologi Jadi Kunci Penguatan IKM Gresik

gresik | 30 Oktober 2026 19:07

 

Ia menilai, keterbatasan modal dan ketersediaan mesin produksi yang sesuai kebutuhan masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku IKM. Selain itu, legalitas usaha juga perlu diperkuat agar mereka dapat mengakses berbagai program fasilitasi pemerintah.

 

Dalam kesempatan tersebut, Nila memaparkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional yang mencapai Rp260,8 triliun hingga 21 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara dengan 89,93 persen dari target penyaluran tahunan sebesar Rp290 triliun.

 

Ia berharap fasilitas pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh wirausaha baru dan pelaku IKM produktif untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan usaha, serta menjaga keberlanjutan bisnis.

 

Selain pembiayaan, Nila turut menyoroti pentingnya penyediaan infrastruktur produksi bagi pelaku industri kecil. Salah satunya melalui pembangunan Sentra IKM Logam di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Juli 2026 yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian senilai sekitar Rp14 miliar.

 

Keberadaan sentra tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelaku IKM terhadap fasilitas dan mesin produksi modern. Meski demikian, optimalisasi pemanfaatan fasilitas menjadi hal penting agar keberadaannya benar-benar berdampak terhadap produktivitas dan perkembangan usaha masyarakat.