Nila juga mendorong penguatan kemitraan antara IKM dan industri berskala besar yang beroperasi di Gresik. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok industri sekaligus memperluas pasar.
Kegiatan WUB IKM tersebut turut membahas sejumlah materi, mulai dari penguatan kewirausahaan, pemasaran digital, akses pembiayaan melalui KUR, hingga pengurusan perizinan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Para peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kewirausahaan, pemasaran digital, perbankan, dan instansi pemerintah daerah. Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta dalam mengelola bisnis, memperluas pemasaran, serta memenuhi persyaratan legalitas usaha.
Sebagai anggota Komisi VII DPR RI, Nila menegaskan bahwa program pengembangan IKM harus mampu menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha di daerah. Karena itu, dukungan tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pendampingan, kemudahan pembiayaan, penyediaan sarana produksi, dan perluasan akses kemitraan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi pelaku IKM di Gresik untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperkuat produktivitas, dan memperluas peluang pasar.
“Pelaku IKM perlu memanfaatkan berbagai fasilitas dan program yang telah tersedia, sekaligus terus meningkatkan kualitas usahanya. Dengan dukungan yang tepat dan kemitraan yang kuat, IKM dapat tumbuh serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” katanya. (ivan)