GRESIK, PustakaJC.co - Setelah lima tahun vakum, sektor perikanan di Kabupaten Gresik kembali mendapat alokasi pupuk bersubsidi. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Perikanan memastikan penyaluran pupuk subsidi sektor perikanan pada Tahun Anggaran 2026 dengan total alokasi mencapai 9.825 ton.
Penyaluran pupuk bersubsidi tersebut direncanakan mulai direalisasikan pada akhir Januari 2026, menyasar petani tambak ikan dan udang di berbagai kecamatan. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (17/1/2026).
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Ratna Heri Sulistyowati, mengatakan alokasi pupuk subsidi perikanan tahun 2026 telah ditetapkan untuk Kabupaten Gresik. Dari total 9.825 ton tersebut, terdiri atas 4.721 ton pupuk urea, 4.598 ton pupuk SP-36, serta 506 ton pupuk organik.
“Untuk tahun ini, alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan sudah ditetapkan untuk Kabupaten Gresik. Saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia, distributor, serta menunggu tahapan sosialisasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Ratna, Jumat, (16/1/2026).
Ia menjelaskan, sebaran alokasi pupuk subsidi per kecamatan bervariasi. Kecamatan Duduksampeyan menjadi wilayah dengan alokasi terbesar yakni 2.501,667 ton, disusul Manyar sebesar 1.696,367 ton, dan Bungah 1.518,955 ton.
Sementara kecamatan lainnya meliputi Cerme 1.109,920 ton, Sidayu 1.195,075 ton, Ujungpangkah 676,161 ton, Dukun 564,758 ton, Kebomas 426,260 ton, Menganti 70,156 ton, Benjeng 25,401 ton, serta Balongpanggang 40,280 ton.
Meski alokasi telah ditetapkan, Ratna menyebut realisasi penyaluran masih menunggu finalisasi aplikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), termasuk penetapan distributor dan kios penyalur di tingkat lapangan.
“Karena aplikasinya masih baru dan dari kementerian belum sepenuhnya bisa digunakan, jadi masih kami finalkan. Jika sudah siap, akan langsung kami segerakan. Mudah-mudahan paling lambat akhir Januari ini sudah bisa direalisasikan,” jelasnya.
Ratna menambahkan, pupuk bersubsidi sektor perikanan terakhir kali disalurkan kepada petani tambak Gresik pada tahun 2021. Kembalinya program ini dinilai sangat penting karena sebagian besar budidaya ikan dan udang di Gresik masih dilakukan secara tradisional dan sangat bergantung pada pakan alami.
Dengan adanya pupuk bersubsidi, produksi pakan alami di tambak diharapkan meningkat sehingga dapat menekan biaya operasional petambak, terutama untuk pembelian pakan buatan.
“Harapannya, dengan adanya pupuk subsidi ini, produktivitas budidaya meningkat dan pendapatan petani tambak juga ikut naik,” terangnya.
Selain penyaluran pupuk, Dinas Perikanan Kabupaten Gresik juga mendorong penerapan budidaya ramah lingkungan. Salah satunya melalui penggunaan probiotik atau bakteri baik untuk mengurai sisa organik, menjaga kualitas air, serta meningkatkan daya tahan ikan dan udang.
“Kami juga mengarahkan petani tambak agar menerapkan budidaya ramah lingkungan. Penggunaan probiotik diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ikan atau udang, tidak mencemari lingkungan, serta membuat biaya produksi lebih efisien,” pungkasnya. (ivan)