Terinspirasi Layanan Masjidil Haram, Masjid Manyar Sediakan Mobil Listrik Gratis untuk Antar Jenazah

gresik | 26 Januari 2026 20:16

Terinspirasi Layanan Masjidil Haram, Masjid Manyar Sediakan Mobil Listrik Gratis untuk Antar Jenazah
fasilitas mobil listrik eksekutif untuk antar jemput jenazah secara gratis bagi warga Manyar Komplek. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Yayasan Ta’mir Masjid Manyar (YATAMAM), Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menghadirkan layanan mobil listrik khusus untuk antar jemput jenazah secara gratis bagi warga sekitar. Fasilitas ini terinspirasi dari sistem pelayanan jenazah di Masjidil Haram, Mekkah.

 

Ketua YATAMAM, Abdul Mu’id, mengatakan pengadaan mobil tersebut telah direncanakan sejak dua tahun lalu. Gagasan itu muncul setelah adanya keluhan warga terkait keterbatasan pengantar jenazah, terutama saat prosesi pemakaman berlangsung pada jam kerja. Dilansir dari gresiksatu.com, Senin, (26/1/2026).

 

“Kalau pemakaman antara pukul 09.00 sampai 10.00 pagi, sekarang ini jarang ada yang mengantar karena sebagian besar bekerja. Ini cukup memberatkan, terutama bagi warga menengah ke bawah,”ujar Abdul Mu’id, Senin, (26/1/2026).

 

 

Ia menjelaskan, jarak antara Masjid Manyar dan area makam sekitar 800 meter. Dalam kondisi tertentu, jenazah harus dipanggul tanpa pergantian pengusung akibat minimnya jumlah pengantar.

 

“Kadang jenazah dipanggul dari masjid sampai makam tanpa ada pergantian orang. Dari situ kami merasa perlu menghadirkan solusi yang lebih layak dan manusiawi,” jelasnya.

 

Awalnya, pengurus masjid sempat mewacanakan penggunaan mobil konvensional yang dimodifikasi. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, dipilihlah mobil listrik karena dinilai lebih efektif, ramah lingkungan, serta memiliki nilai penghormatan yang lebih baik dalam prosesi pemakaman.

 

 

Mobil listrik yang digunakan merupakan produk merek Selis, dengan harga sekitar Rp185 juta. Setelah ditambah biaya pengiriman dan penyesuaian, total anggaran pengadaan mencapai kurang lebih Rp200 juta, yang sepenuhnya bersumber dari dana Yayasan Ta’mir Masjid Manyar.

 

Abdul Mu’id mengungkapkan, konsep layanan ini terinspirasi dari pengalamannya saat berada di Arab Saudi. Ia melihat bagaimana jenazah di Masjidil Haram diantar menggunakan kendaraan khusus yang tertata rapi dan penuh penghormatan.

 

“Dengan mobil listrik ini, kesannya lebih tertib dan menghormati jenazah. Dulu sebenarnya pernah ada layanan serupa, tapi menggunakan gerobak dorong dan sebagian masyarakat menilai itu kurang pantas,” tuturnya.

 

 

 

Layanan mobil listrik ini akan melayani warga di tiga desa, yakni Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun, dan Manyarejo. Di wilayah tersebut terdapat delapan kelompok kifayah dengan ukuran keranda yang berbeda-beda.

 

“Saat ini mobil masih dalam tahap penyesuaian agar semua jenis keranda bisa digunakan. Kami data dulu ukurannya, lalu dimodifikasi supaya semuanya bisa masuk,” kata Abdul Mu’id.

 

Ke depan, layanan ini akan dilengkapi sopir dan tim pendukung. Mobil akan menjemput jenazah dari rumah duka, dibawa ke masjid untuk proses pemulasaraan, lalu diantar ke makam.

 

“Layanan ini khusus untuk warga Manyar dan tidak dipungut biaya. Semoga benar-benar bermanfaat dan meringankan beban masyarakat di saat berduka,” pungkasnya. (ivan)