SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya semakin serius mengarahkan pembangunan ekonomi berbasis kreativitas sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang. Salah satu fokus utamanya yakni menjadikan sektor gastronomi atau kuliner sebagai lokomotif utama ekonomi kreatif (ekraf), dengan target meraih predikat UNESCO Creative City of Gastronomy.
Arah besar tersebut akan dipaparkan dalam forum nasional “Creative Dialogue: Surabaya dalam Kartografi Kreatif – Dari Lintas Dagangan ke Ruang Identitas” yang digelar di Universitas Ciputra Surabaya, Kamis, (4/12/2025). Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku industri kreatif, komunitas, investor, serta perwakilan internasional untuk membahas masa depan ekraf Surabaya. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (5/11/2025).
Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, menyebut riset mendalam bersama Universitas Ciputra menjadi fondasi kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa gastronomi bukan hanya urusan kuliner, tetapi mencakup pengetahuan, sejarah, rantai nilai pangan, pariwisata, dan identitas budaya masyarakat.