Pemkot Surabaya kini menata ruang publik menjadi Creative Spaces & Districts sebagai tempat berkumpul dan berkolaborasinya pelaku kreatif. Selain itu, pelatihan, inkubasi bisnis, digitalisasi data ekraf, serta penyelenggaraan event kreatif terus diperluas untuk memperkuat pasar dan kapasitas pelaku ekraf.
“Semua langkah ini memastikan Surabaya tidak hanya menjadi kota dengan banyak makanan enak, tetapi kota yang memahami, merawat, dan menghidupkan identitas rasa sebagai kekuatan ekonomi,” tegas Irvan.
Forum tersebut juga menghadirkan narasumber nasional dan internasional seperti Igak Satrya Wibawa, Dwita Larasati, dan Prof. Dennis Cheek. Kehadiran mereka menjadi momentum penting untuk memantapkan positioning Surabaya menuju panggung global sebagai kota gastronomi dunia. (ivan)