Warga Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Masih Menyimpan Harapan di Tengah Kelelahan Sosial

surabaya | 29 Desember 2025 18:51

 

Warga tidak ingin sekadar menjadi objek penertiban atau penerima kebijakan. Mereka ingin dilibatkan sebagai subjek yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan rasa memiliki terhadap wilayahnya. Kepedulian sosial masih hidup, energi kolektif masih ada, namun sering kali tidak diimbangi dengan kesediaan sistem untuk benar-benar mendengar.

 

Catatan ini menjadi cermin bahwa di tiga daerah yang saling terhubung tersebut, kepercayaan publik masih bertahan, meski terus diuji. Kepercayaan itu bukan sesuatu yang tak terbatas. Ia perlu dirawat melalui kejujuran, konsistensi, dan keberanian menyelesaikan persoalan hingga tuntas.

 

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kota bukan semata pada besarnya anggaran atau tingginya bangunan, melainkan pada kesungguhan memperlakukan warganya sebagai manusia. Dan hari ini, warga Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik masih menyampaikan pesan yang sama: mereka masih peduli, dan berharap tidak dipaksa berhenti percaya. (ivan)