Eri Cahyadi Pastikan Penanganan Banjir Simo Mulai Dikerjakan Tahun 2026

surabaya | 06 Januari 2026 09:51

Eri Cahyadi Pastikan Penanganan Banjir Simo Mulai Dikerjakan Tahun 2026
Kawasan Banyu Urip, Surabaya dilaporkan tergenang air sepinggang orang akibat hujan deras pada Minggu, (4/1/2026) sore hingga malam. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemerintah Kota Surabaya mulai menangani banjir langganan di kawasan Simo pada tahun 2026. Wilayah tersebut selama bertahun-tahun belum tersentuh proyek saluran penanganan banjir secara menyeluruh.

 

Kepastian itu disampaikan Eri menyusul genangan air setinggi pinggang orang dewasa yang kembali melanda kawasan Banyu Urip dan sekitarnya akibat hujan deras pada Minggu, (4/1/2026) sore hingga malam. dilansir dari suarasurabaya.net, Selasa, (6/1/2026).

 

“Kalau Simo, Simo Kalangan, dan Simo Hilir itu sudah bertahun-tahun memang belum kita sentuh sama sekali. Selama ini hanya ditangani dengan bantuan mobil PMK,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Senin, (5/1/2026).

 

 

 

Menurutnya, penanganan banjir di kawasan Simo menjadi salah satu prioritas pada 2026 karena banyaknya titik rawan yang harus diselesaikan secara bertahap. Pemkot akan mulai mengerjakan sejumlah wilayah secara bergantian.

 

“Untuk Simo Kalangan baru kita sentuh di tahun 2026, dilakukan bergantian,” jelasnya.

 

Adapun wilayah yang menjadi fokus penanganan tahun ini meliputi Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo 1A dan 1B, serta kawasan Tanjungsari.

 

“Insyaallah yang kita kerjakan ke depan itu Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo 1A, 1B, dan Tanjungsari. Itu fokus kita di 2026,” tegas Eri.

 

 

 

Ia menjelaskan, sistem penanganan banjir dilakukan dengan mengubah pola aliran air dari wilayah hulu agar tidak seluruhnya bermuara dan menumpuk di kawasan Simo, khususnya Simo Kalangan yang selama ini menjadi titik terparah.

 

“Simo Kalangan itu menerima aliran dari atas, dari Simo Hilir dan wilayah lain. Aliran-aliran ini akan kita atur supaya tidak berputar dan menumpuk di satu titik,” paparnya.

 

Sebelumnya, solusi membuka pintu air di Simo Kalangan sempat terkendala karena berisiko menyebabkan kawasan Petemon terendam. Namun Eri memastikan persoalan di Petemon telah lebih dulu ditangani.

 

“Kalau pintu air itu dibuka, Simo Kalangan memang tidak banjir, tapi Petemon bisa tenggelam. Karena itu kemarin Petemon kita selesaikan dulu dengan pemasangan pintu air. Tahun ini baru kita tuntaskan yang di Simo Kalangan,” pungkasnya. (ivan)