Menurutnya, kehadiran startup berperan penting dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari persoalan perkotaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja. Teknologi, kata dia, menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.
Maria Theresia juga menegaskan peran Pemkot Surabaya sebagai enabler dan mitra strategis bagi ekosistem startup, sekaligus pendorong kolaborasi lintas sektor. Ia berpesan kepada para founder dan talenta muda agar tidak takut gagal dalam berinovasi.
Sementara itu, Founder Ozora Yatrapaktaja sekaligus Ketua BANOM BPD HIPMI Jawa Timur, Margaret Srijaya, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara penyelenggara dan Pemkot Surabaya. Ia menyebut Indonesia saat ini menempati peringkat keenam dunia dengan jumlah startup terbanyak.
“Surabaya berada di posisi keempat nasional setelah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Saat ini ada dua kota yang terus mengejar Surabaya, yakni Bali dan Malang,” ungkapnya.