Kolaborasi Pemkot dan Komunitas, SSF 3.0 Dorong Pertumbuhan Startup dan UMKM Surabaya

surabaya | 25 Januari 2026 17:52

Kolaborasi Pemkot dan Komunitas, SSF 3.0 Dorong Pertumbuhan Startup dan UMKM Surabaya
Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 menjadi wadah bagi startup dan UMKM Surabaya untuk mengembangkan usaha, di Balai Pemuda Surabaya, Jumat, (23/1/2026). (dok jatimpos)

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 tahun 2026 resmi digelar di Balai Pemuda Surabaya, West Building, Jumat, (23/1/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Surabaya, Ozora Yatrapaktaja, HIPMI Womenpreneur Jawa Timur, serta JCI East Java dalam memperkuat ekosistem startup dan UMKM di Kota Pahlawan.

 

Pembukaan SSF 3.0 dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Maria Theresia Ekawati Rahayu. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk terus mendorong inovasi serta pertumbuhan startup berbasis teknologi. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (25/1/2026).

 

“Surabaya Startup Festival 3.0 tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dengan PT Mega Ozora Venture,” ujar Maria Theresia saat membacakan sambutan Wali Kota Surabaya. 

 

Ia menegaskan Surabaya terus bertransformasi menjadi kota inovasi yang memberi ruang bagi ide-ide baru dan solusi masa depan.

 

 

Menurutnya, kehadiran startup berperan penting dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari persoalan perkotaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja. Teknologi, kata dia, menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.

 

Maria Theresia juga menegaskan peran Pemkot Surabaya sebagai enabler dan mitra strategis bagi ekosistem startup, sekaligus pendorong kolaborasi lintas sektor. Ia berpesan kepada para founder dan talenta muda agar tidak takut gagal dalam berinovasi.

 

Sementara itu, Founder Ozora Yatrapaktaja sekaligus Ketua BANOM BPD HIPMI Jawa Timur, Margaret Srijaya, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara penyelenggara dan Pemkot Surabaya. Ia menyebut Indonesia saat ini menempati peringkat keenam dunia dengan jumlah startup terbanyak.

 

“Surabaya berada di posisi keempat nasional setelah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Saat ini ada dua kota yang terus mengejar Surabaya, yakni Bali dan Malang,” ungkapnya.

 

 

 

Margaret mendorong para calon founder dan pelaku startup untuk memanfaatkan SSF 3.0 sebagai wadah pengembangan usaha. Rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan Demo Day yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.

 

Ketua Panitia SSF 3.0, Aristia Chen, menjelaskan bahwa pembukaan ini merupakan tahap awal dari rangkaian program yang difokuskan pada penguatan UMKM. Tahap berikutnya akan diisi dengan pelatihan berbasis kebutuhan peserta yang diawali dengan asesmen awal.

 

“Ini seperti medical check-up bagi UMKM, agar pelatihan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

 

Melalui rangkaian SSF 3.0, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif hingga kesempatan bertemu investor pada Demo Day, dengan potensi pendanaan mencapai Rp100 juta. Program ini diharapkan mampu melahirkan startup dan UMKM yang tangguh, berdaya saing, serta siap naik kelas. (ivan)