Eri menambahkan, sistem evaluasi berbasis data by name by address memungkinkan intervensi sosial dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Dengan pendekatan ini, bantuan dan program pemberdayaan menjadi lebih presisi dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Eri.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan terus memperkuat budaya monitoring, dokumentasi inovasi, serta manajemen pengetahuan agar setiap terobosan dapat direplikasi dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Capaian ini menjadi pijakan untuk membawa Surabaya menuju tata kelola pemerintahan berstandar internasional dan berorientasi penuh pada kesejahteraan warga,” pungkasnya. (ivan)