SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat penanganan jalan berlubang dengan mengerahkan sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Setiap hari, tim ini mampu menghabiskan hingga 60 ton hotmix untuk memperbaiki kerusakan jalan di berbagai titik.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di Kota Pahlawan, terutama menjelang meningkatnya aktivitas selama Ramadan. Dilansir dari kominfo.go.id, Senin, (23/2/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan percepatan perbaikan jalan menjadi prioritas utama Pemkot Surabaya. Menurutnya, DSDABM memiliki Satgas khusus yang siap bergerak cepat begitu menerima laporan atau menemukan kerusakan di lapangan.
“Di DSDABM itu ada Satgas khusus perbaikan jalan, sama seperti Satgas Drainase. Jadi setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak cepat tanpa harus menunggu lama,” ujar Syamsul, Minggu, (22/2/2026).
Ia menjelaskan, sembilan tim tersebut dibagi dalam lima rayon dan setiap hari berpatroli memantau kondisi jalan di seluruh wilayah Surabaya. Jika ditemukan jalan berlubang, perbaikan langsung dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun membahayakan pengguna jalan.
“Kalau ada jalan berlubang dilaporkan, kemudian langsung ditindaklanjuti. Itu untuk percepatan perbaikan jalan supaya masyarakat tidak terlalu lama terganggu aktivitasnya,” tegasnya.
Selain patroli rutin, Satgas juga aktif menerima dan memantau laporan masyarakat melalui berbagai kanal resmi Pemkot Surabaya, termasuk aplikasi WargaKu dan layanan darurat 112.
Dari sisi anggaran, Pemkot Surabaya memastikan pemeliharaan rutin jalan tetap berjalan optimal dengan alokasi sekitar Rp40 miliar pada tahun 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung perbaikan dan menjaga kualitas jalan agar tetap aman dan layak dilalui.
“Sekitar Rp40 miliar, hampir sama dengan tahun kemarin. Jadi di samping pembangunan jalan, kita juga fokus pada pemeliharaan rutin,” ungkap Syamsul.
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, memastikan respons cepat menjadi kunci utama dalam penanganan jalan berlubang. Ia menegaskan, tim langsung diturunkan begitu ada laporan tanpa harus menunggu batas waktu tertentu.
“Begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan jalan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Untuk memperkuat layanan, jumlah tim Satgas telah ditingkatkan dari lima menjadi sembilan tim, termasuk pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC). Selain itu, DSDABM juga menyiapkan tiga tim tambahan yang bertugas pada malam hari, terutama selama Ramadan.
“Karena Ramadan biasanya aktivitas malam meningkat, kami siapkan tim khusus agar pelayanan tetap maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Dedy Purwito, menjelaskan setiap tim Satgas telah dilengkapi armada truk pengangkut hotmix, kendaraan pickup, serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller.
“Dalam sehari kita bisa menghabiskan 50 sampai 60 ton hotmix. Setiap tim membawa sekitar delapan sampai sembilan ton material untuk mempercepat perbaikan jalan berlubang,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan masyarakat juga sangat penting untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan. Warga diharapkan aktif melaporkan jalan rusak melalui kanal resmi yang telah disediakan.
“Kami harapkan partisipasi warga untuk memberikan laporan jalan rusak atau berlubang melalui aplikasi WargaKu atau telepon ke 112, sehingga tim bisa segera turun ke lokasi,” pungkasnya.
Dengan penguatan Satgas, dukungan anggaran, serta partisipasi masyarakat, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan jalan berlubang dapat dilakukan secara cepat, sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga. (ivan)