Ia menjelaskan, peran koperasi tidak hanya sebatas membantu distribusi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan daging, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Koperasi dinilai mampu menjadi penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Namun demikian, Bahtiyar mengakui masih terdapat sejumlah koperasi yang belum berjalan optimal. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi anggota, serta belum jelasnya arah pengelolaan.
“Kondisi ini perlu mendapat perhatian bersama. Harus ada pendampingan dan kolaborasi agar koperasi bisa lebih aktif dan berkembang,” tegasnya.