SURABAYA, PustakaJC.co — Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, mengusulkan agar Koperasi Merah Putih dilibatkan secara aktif dalam distribusi bahan pokok murah melalui program pasar murah yang rutin digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, keberadaan koperasi yang tersebar di hampir seluruh kelurahan memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan distribusi sembako dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Dengan pelibatan koperasi, penyaluran program diharapkan lebih merata dan tepat sasaran. Demikian dilansir dari Surabaya.jawapos.com, Sabtu (11/4/2026).
“Selama ini Pemkot Surabaya sudah aktif menggelar pasar murah. Ke depan, koperasi Merah Putih bisa dilibatkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujar Bahtiyar.
Ia menjelaskan, peran koperasi tidak hanya sebatas membantu distribusi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan daging, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Koperasi dinilai mampu menjadi penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Namun demikian, Bahtiyar mengakui masih terdapat sejumlah koperasi yang belum berjalan optimal. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi anggota, serta belum jelasnya arah pengelolaan.
“Kondisi ini perlu mendapat perhatian bersama. Harus ada pendampingan dan kolaborasi agar koperasi bisa lebih aktif dan berkembang,” tegasnya.
Untuk itu, ia mendorong dinas terkait, khususnya Dinas Koperasi dan Perdagangan, agar memperkuat ekosistem koperasi. Salah satu langkah yang diusulkan adalah penyelenggaraan forum komunikasi atau rembuk bersama antara pemerintah dan pengurus koperasi sebelum pelaksanaan pasar murah.
Dengan kolaborasi tersebut, Bahtiyar optimistis koperasi dapat bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Surabaya. Ia menilai, jika dikelola dengan baik, keterlibatan koperasi tidak hanya berdampak pada distribusi sembako murah, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
“Harapannya, koperasi tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi benar-benar menjadi ujung tombak dalam memperkuat ekonomi warga,” pungkasnya. (frcn)