Kegiatan seni yang digelar menjelang Hari Kartini menunjukkan bahwa sektor ini masih mendapat perhatian. Pemerintah kota berupaya menjaga ekosistem kreatif tetap hidup, meskipun di tengah tekanan pembangunan yang sering berorientasi ekonomi.
Semangat Kartini tercermin dalam upaya ini. Ia bukan hanya simbol emansipasi perempuan, tetapi juga keberanian berpikir dan berekspresi. Mempertahankan ruang seni berarti menjaga kebebasan nilai yang dulu diperjuangkan Kartini dalam keterbatasan zamannya.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Seni kerap dipandang tidak memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah. Padahal, tanpa seni, kota berisiko kehilangan identitas dan jiwanya.