Surabaya tampak berupaya menerjemahkan gagasan Kartini melalui pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan modern, dengan menggabungkan aspek seni, pendidikan, dan kebijakan publik.
Ruang Seni sebagai Simbol Kebebasan
Balai Pemuda selama ini dikenal sebagai ruang kolektif bagi para seniman. Keberadaannya menjadi bukti bahwa pembangunan kota tidak semata soal infrastruktur fisik, tetapi juga ruang ekspresi dan kreativitas.