Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan (antemortem) hingga pemeriksaan organ dan karkas setelah pemotongan (postmortem).
Selain itu, petugas juga menemukan satu ekor sapi yang terindikasi mengalami skabies saat pemeriksaan di lapak penjualan hewan kurban. Hewan tersebut segera diisolasi guna mencegah risiko penyebaran penyakit. Sementara beberapa hewan lainnya mengalami gangguan kesehatan ringan akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari daerah asal.
Menurut Nanik, kondisi tersebut dapat ditangani langsung di lapangan melalui pemberian vitamin dan perawatan yang diperlukan agar kesehatan hewan tetap terjaga hingga proses pemotongan.