Meski angka dispensasi kawin terus menurun, Pemkot Surabaya tetap memberikan pendampingan kepada pasangan yang mengajukan permohonan. Melalui kelas calon pengantin, peserta diberikan pembekalan mengenai kesiapan psikologis, ekonomi, kesehatan, hingga reproduksi sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
"Di situ mereka mendapatkan pembekalan tentang bagaimana membangun rumah tangga yang sehat dari sisi psikologis, ekonomi, kesehatan maupun reproduksi," jelas Ida.
Pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga pondok pesantren. Materi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, internet sehat, serta pendidikan karakter bagi remaja.
Selain itu, layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan program Bina Keluarga Remaja terus diperkuat sebagai sarana konsultasi dan pendampingan bagi keluarga maupun remaja.
"Itu menjadi bagian dari upaya kami memperkuat ketahanan keluarga agar anak-anak tidak melakukan pernikahan sebelum waktunya," tambahnya.