SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat dukungan terhadap uji coba program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) yang menjadi bagian dari transformasi layanan bantuan sosial berbasis digital nasional.
Sebagai upaya mempercepat implementasi program tersebut, Pemkot Surabaya menggelar sosialisasi kepada para camat dan lurah. Program Perlinsos Digital merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang akan menjadi pintu utama pendaftaran penerima bantuan sosial, khususnya Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa sistem baru ini akan menggantikan mekanisme usulan berjenjang yang selama ini dilakukan melalui RT, RW, kelurahan, hingga Dinas Sosial.
“Jika selama ini prosesnya melalui usulan berjenjang dari ketua RT, RW, Musyawarah Kelurahan (Muskel), hingga ke Dinas Sosial dan keluar SK Walikota, ke depan prosesnya akan langsung menggunakan aplikasi Perlinsos ini,” ujarnya.
Perlinsos Digital memanfaatkan data biometrik yang terintegrasi dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Dukcapil. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan kesalahan sasaran penerima bantuan, baik warga miskin yang belum terdata maupun warga mampu yang tidak seharusnya menerima bantuan.