Pendaftaran Bansos Digital di Surabaya Ditarget Rampung 7 Juli 2026

surabaya | 19 Juni 2026 13:16

Pendaftaran Bansos Digital di Surabaya Ditarget Rampung 7 Juli 2026
(dok pemerintahkotasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat dukungan terhadap uji coba program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) yang menjadi bagian dari transformasi layanan bantuan sosial berbasis digital nasional.

Sebagai upaya mempercepat implementasi program tersebut, Pemkot Surabaya menggelar sosialisasi kepada para camat dan lurah. Program Perlinsos Digital merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang akan menjadi pintu utama pendaftaran penerima bantuan sosial, khususnya Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa sistem baru ini akan menggantikan mekanisme usulan berjenjang yang selama ini dilakukan melalui RT, RW, kelurahan, hingga Dinas Sosial.

“Jika selama ini prosesnya melalui usulan berjenjang dari ketua RT, RW, Musyawarah Kelurahan (Muskel), hingga ke Dinas Sosial dan keluar SK Walikota, ke depan prosesnya akan langsung menggunakan aplikasi Perlinsos ini,” ujarnya.

Perlinsos Digital memanfaatkan data biometrik yang terintegrasi dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Dukcapil. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan kesalahan sasaran penerima bantuan, baik warga miskin yang belum terdata maupun warga mampu yang tidak seharusnya menerima bantuan.

Selain itu, aplikasi tersebut terhubung dengan berbagai lembaga negara, seperti Korlantas Polri, Badan Pertanahan Nasional (BPN), PLN, dan sejumlah basis data lainnya untuk memastikan validitas data penerima bantuan.

Menurut Eddy, digitalisasi ini akan menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.

“Dengan digitalisasi perencanaan ini, tidak ada lagi yang namanya titip-titipan. Semua berbasis data yang valid dan transparan,” tegasnya.

Di Surabaya, pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri oleh warga yang telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sementara bagi warga yang tidak memiliki akses teknologi, Pemkot telah menyiapkan agen pelayanan yang terdiri dari camat, lurah, ketua RT, ketua RW, kepala OPD, hingga ASN pendamping Kampung Pancasila.

Tercatat sebanyak 12.741 agen telah disiapkan untuk membantu proses pendaftaran. Mereka ditargetkan mendaftarkan seluruh kepala keluarga di wilayah masing-masing dengan prioritas warga pada kelompok desil 1 hingga desil 5.

Pemkot Surabaya menargetkan proses pendaftaran masyarakat berbasis Kampung Pancasila mulai berjalan penuh pada 22 Juni 2026 dan rampung pada 7 Juli 2026.

Melalui implementasi Perlinsos Digital, pemerintah berharap proses penyaluran bantuan sosial dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, serta mampu memangkas birokrasi yang selama ini menjadi kendala dalam distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (nov)