Buku 'Bung Karno: Aku Arek Suroboyo' Masuk Kurikulum SD-SMP Surabaya, Eri: Wariskan Api Perjuangan Sang Proklamator

surabaya | 27 Juni 2026 17:11

Buku 'Bung Karno: Aku Arek Suroboyo' Masuk Kurikulum SD-SMP Surabaya, Eri: Wariskan Api Perjuangan Sang Proklamator
Dok lentera

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menjadikan buku "Bung Karno: Aku Arek Suroboyo" sebagai materi pembelajaran wajib bagi siswa SD dan SMP. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan Presiden Pertama Republik Indonesia kepada generasi muda.

 

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat peluncuran buku karya Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta di Balai Budaya Balai Pemuda Surabaya.

 

Eri menegaskan, buku tersebut akan disebarluaskan secara masif ke sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemkot Surabaya dan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran.

 

"Dengan segala kerendahan hati saya, kita akan masifkan penyebaran buku ini di Kota Surabaya. Saya juga meminta Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan agar ada satu sampai dua jam mata pelajaran yang wajib dilakukan di setiap sekolah SD dan SMP untuk menceritakan isi buku tersebut," ujarnya.

 

 

Menurut Eri, tujuan utama penyusunan buku tersebut bukan sekadar mengenalkan sosok Bung Karno, tetapi menanamkan semangat perjuangan, nasionalisme, serta kecintaan terhadap sejarah bangsa kepada seluruh pelajar Surabaya.

 

"Dari buku ini yang saya harapkan adalah seluruh Arek Suroboyo mewarisi api perjuangan beliau," katanya.

 

Karena itu, buku tersebut nantinya menjadi bagian dari materi wajib yang dipelajari siswa melalui pembelajaran sejarah maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

 

Ia menilai generasi muda tidak boleh tercerabut dari akar sejarah. Sebab, sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun karakter dan arah masa depan bangsa.

 

 

"Sejarah itu harus selalu ada di dalam hati. Karena ada pesan jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kalau sudah melupakan sejarah, maka kota itu akan kehilangan arah," tegasnya.

 

Selain memperkenalkan perjalanan hidup Bung Karno, buku tersebut juga memuat nilai-nilai perjuangan yang dinilai masih sangat relevan untuk menghadapi tantangan bangsa saat ini, mulai semangat persatuan, keadilan sosial hingga nasionalisme.

 

"Surabaya adalah tempat lahirnya Proklamator. Maka semangatnya Surabaya dan darahnya orang Surabaya harus sama, yaitu meneruskan api perjuangan beliau," imbuh Eri.

 

Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno mengapresiasi terbitnya buku tersebut. Menurutnya, buku ini dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sejarah Bung Karno melalui perspektif Kota Surabaya.

 

 

Puti menjelaskan, buku tersebut disusun berdasarkan riset akademik yang mendalam dengan menelusuri berbagai arsip, perpustakaan, museum, hingga dokumen sejarah di Indonesia maupun Belanda.

 

"Karena disusun oleh para akademisi dan berbasis riset yang kuat, buku ini menjadi referensi yang cukup komprehensif untuk memahami perjalanan hidup Bung Karno, khususnya keterkaitannya dengan Kota Surabaya," ujarnya.

 

Sementara itu, Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga, Prof. Purnawan Basundoro, menilai buku tersebut layak menjadi bacaan wajib bagi pelajar Surabaya karena mengangkat hubungan Bung Karno dengan Kota Pahlawan sejak kelahirannya hingga akhir hayatnya.

 

Menurutnya, pendekatan sejarah yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal siswa akan membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih menarik sekaligus memperkuat identitas kebangsaan generasi muda Surabaya. (int)