SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) sebagai solusi penyediaan hunian bagi masyarakat, khususnya generasi Z (Gen Z) yang belum memiliki rumah.
Tahap awal yang kini diprioritaskan adalah penyiapan lahan, penyempurnaan desain proyek, serta penyusunan skema pendanaan bersama investor agar pembangunan dapat segera direalisasikan. Dilansir dari surabayapagi.com, Minggu, (5/7/2026).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, mengatakan proyek rusunami akan dibangun di dua lokasi, yakni kawasan Rungkut dan Tambak Wedi. Program ini mengusung konsep hunian berjenjang, mulai dari Rusunawa bersubsidi, Rusunawa nonsubsidi, hingga Rusunami yang dapat dimiliki masyarakat.
“Konsep hunian ini berjenjang. Saat ini Pemkot telah memiliki rusunawa bersubsidi dengan tarif sewa tertinggi Rp150 ribu per bulan yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ujar Iman, Minggu, (5/7/2026).
Menurutnya, setelah rusunawa bersubsidi, masyarakat akan memiliki pilihan rusunawa nonsubsidi dengan tarif yang disesuaikan untuk menutup biaya operasional. Tahap berikutnya adalah rusunami sebagai hunian kepemilikan bagi warga yang telah memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.
Saat ini, Pemkot Surabaya masih memfokuskan penyelesaian berbagai tahapan awal, mulai dari kesiapan lahan, finalisasi desain bangunan, hingga skema kerja sama investasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sehingga program penyediaan hunian dapat segera dinikmati masyarakat.
Program rusunami juga diperkuat dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian yang Layak pada 30 Maret 2026. Regulasi yang terdiri atas 12 bab dan 81 pasal itu menjadi dasar hukum penyediaan hunian yang aman, nyaman, dan sehat, sekaligus mengatur pembangunan rusunawa maupun rusunami sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan tempat tinggal di Kota Surabaya.
Dengan konsep hunian berjenjang tersebut, Pemkot Surabaya berharap semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, memiliki kesempatan untuk memperoleh hunian yang layak dan terjangkau. (ivan)