Tinggalkan Kegiatan Seremonial, Pemkot Surabaya Siapkan Modal Rp5 Juta per RW untuk Usaha Gen Z

surabaya | 11 September 2026 18:52

Tinggalkan Kegiatan Seremonial, Pemkot Surabaya Siapkan Modal Rp5 Juta per RW untuk Usaha Gen Z
Gaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memaparkan program modal usaha Gen Z kepada media dan anak muda. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi anak muda. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengalokasikan anggaran senilai Rp5 juta per bulan untuk setiap Rukun Warga (RW) yang dikhususkan bagi Generasi Z (Gen Z) guna mengembangkan kegiatan usaha produktif.

 

Program ini dirancang untuk menggeser pola pikir pemuda agar tidak lagi bergantung pada anggaran pemerintah sekadar untuk kegiatan seremonial atau honor kepanitiaan. Dilansir dari kompas.com, Jumat, (11/9/2026).

 

"Kami memang tidak memberikan anggaran ini untuk kegiatan yang bersifat kepanitiaan. Kebijakan ini diarahkan pada bagaimana pemuda bisa menggerakkan ekonomi dan memiliki penghasilan mandiri," ujar Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat, (11/9/2026).

 

 

 

Fokus pada Keberlanjutan Ekonomi

 

Eri menjelaskan bahwa program ini masih dalam tahap pembelajaran awal (pilot project), namun beberapa gagasan usaha anak muda sudah mulai berjalan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

 

Untuk memastikan keberlanjutan usaha, Pemkot Surabaya mendorong kolaborasi lintas sektor. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah kemitraan dengan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka)—salah satunya melalui pengembangan jasa laundry profesional.

 

"Pemuda tinggal membeli alat laundry sesuai standar yang diinginkan oleh industri Horeka. Kami terus berdiskusi dengan kelompok Gen Z di beberapa kecamatan untuk mematangkan skema ini," tuturnya.

 

 

Syarat Perencanaan Bisnis yang Matang

 

Kendati anggaran disiapkan secara berkala, pencairannya tidak dilakukan tanpa kendali. Pemkot Surabaya mewajibkan setiap kelompok pemuda yang mengajukan dana untuk memiliki proposal, rencana kerja, dan model bisnis (business model) yang jelas.

Langkah ini diambil untuk memastikan modal yang dikucurkan dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan (revenue-generating) sekaligus menekan angka pengangguran usia muda di Kota Surabaya.

 

"Mereka harus punya metode kerja dan rencana yang terukur agar terjadi transformasi bisnis. Kita harus mengubah mindset bahwa uang negara digunakan untuk hal-hal produktif, bukan sekadar acara seremonial," tegas Eri.

 

Melalui sinergi antara intervensi modal Pemkot dan fleksibilitas Gen Z, Surabaya menargetkan lahirnya ekosistem wirausaha muda berbasis lingkungan RW yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah dari tingkat akar rumput. (ivan)