Disdukcapil Surabaya Permudah Layanan Adminduk Bayi Baru Lahir via "Bunda Jelita"

surabaya | 21 September 2026 09:54

Disdukcapil Surabaya Permudah Layanan Adminduk Bayi Baru Lahir via
Kerja sama layanan Disdukcapil Kota Surabaya dengan rumah sakit di kota setempat. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya terus memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik melalui inovasi program Bersama Urus Kelahiran dan Identitas Anak Jejaring Lintas Layanan Kependudukan dan Kesehatan (Bunda Jelita).

 

Kepala Disdukcapil Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan pendampingan kesehatan keluarga dengan pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) secara paralel, dimulai sejak masa kehamilan hingga proses pasca-persalinan. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (21/9/2026).

 

"Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin baik melalui berbagai inovasi, salah satunya adalah Bunda Jelita," kata Irvan di Surabaya, Minggu, (20/9).

 

 

Melalui skema terpadu ini, orang tua tidak perlu lagi mengurus dokumen secara terpisah setelah persalinan. Pengajuan akta kelahiran akan secara otomatis dibarengi dengan penerbitan dokumen Kartu Keluarga (KK) baru dan Kartu Identitas Anak (KIA).

 

"Layanan pengajuan akta kelahiran langsung disertai penerbitan KK serta KIA secara otomatis. Lebih cepat, lebih mudah, dan lebih praktis untuk masyarakat," ujarnya.

 

Irvan menjelaskan, inovasi ini digagas berdasarkan hasil evaluasi pelayanan serta masukan dari masyarakat. Selama ini, sebagian warga masih menghadapi kendala prosedural karena mengurus dokumen Adminduk secara terpisah usai keluar dari fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, maupun tempat praktik mandiri bidan.

 

 

Proses pencatatan yang tertunda dikhawatirkan dapat menyulitkan warga dalam mengakses berbagai layanan publik dasar lainnya yang membutuhkan pemutakhiran data kependudukan.

 

Guna mengantisipasi hal tersebut, Disdukcapil Kota Surabaya mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam mengidentifikasi kebutuhan kesehatan sekaligus menyiapkan basis data kependudukan sejak calon bayi masih dalam kandungan.

 

"Melalui berbagai masukan dan evaluasi pelayanan, Disdukcapil Kota Surabaya melihat pentingnya menghadirkan layanan administrasi kependudukan yang tidak hanya hadir setelah peristiwa kelahiran, tetapi juga dipersiapkan sejak masa kehamilan," tutur Irvan. (ivan)