Antisipasi Antrean Panjang, Pemkot Surabaya Rombak Sistem dan Fasilitas Puskesmas

surabaya | 19 Oktober 2026 18:17

Antisipasi Antrean Panjang, Pemkot Surabaya Rombak Sistem dan Fasilitas Puskesmas
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Guna menjawab berbagai keluhan terkait antrean panjang dan ketidaknyamanan saat berobat, Pemkot Surabaya melakukan pembenahan total pada sistem pelayanan hingga fasilitas fisik di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa alur pelayanan di Puskesmas kini diselaraskan dengan standar rumah sakit melalui pemanfaatan aplikasi pendaftaran dalam jaringan (daring), e-Health. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (19/10/2026).

 

"Alur pelayanan di Puskesmas akan diselaraskan dengan standar rumah sakit, yaitu menggunakan aplikasi e-Health. Puskesmas itu harus sama dengan rumah sakit, pendaftarannya melalui e-Health. Jadi tidak langsung datang begitu saja," ujar Eri Cahyadi di Surabaya, Senin, (19/10/2026).

 

 

 

 

Penerapan wajib sistem e-Health ini bertujuan memberikan kepastian estimasi waktu pelayanan sekaligus mencegah praktik penyerobotan antrean. Kendati demikian, Pemkot tetap memberikan akses bagi warga yang datang langsung tanpa pendaftaran daring (walk-in). Pasien non-e-Health akan diarahkan ke ruang tunggu khusus dan baru dilayani setelah antrean daring selesai diproses.

 

Selain transformasi digital pada alur antrean, pembenahan juga menyasar kenyamanan fasilitas fisik gedung Puskesmas. Tempat tunggu pasien akan direnovasi agar lebih representatif, sejuk, serta memiliki pemisahan area berdasarkan kategori usia demi menjaga kesehatan pasien.

 

"Tempat tunggunya ada AC-nya, jadi orang yang sakit makin sembuh, tidak makin sakit. Lalu, ada tempat yang terpisah-pisah. Kalau anak-anak tempat nunggunya tersendiri, tidak dicampur dengan orang tua atau dewasa yang sedang sakit," jelasnya.

 

Terkait alokasi anggaran, Eri menyampaikan besarannya bervariasi tergantung luas dan tingkat kerusakan tiap Puskesmas. Saat ini, tim teknis dari dinas terkait sedang melakukan penghitungan terperinci.

 

"Penghitungannya beda-beda per Puskesmas, dilihat dari kondisinya. Dalam waktu singkat insyaAllahselesai, karena dari ilmu sipil kan bisa kelihatan kebutuhan biaya per meter perseginya berapa," tutur Wali Kota. (ivan)

 

#pemkotsurabaya, #ericahyadi, #puskesmassurabaya, #ehealthsurabaya, l