Selain fasilitas rekreasi, Pemkot Surabaya juga merancang area kuliner yang mengangkat makanan khas pedesaan. Tenant UMKM nantinya ditempatkan di sekitar persawahan agar pengunjung dapat menikmati suasana alam sekaligus mencicipi kuliner tradisional, seperti rawon dan sayur lodeh.
Kawasan persawahan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi pertanian bagi anak-anak. Pengunjung nantinya dapat mengenal aktivitas pertanian secara langsung, mulai dari membajak sawah hingga menanam padi.
“Jadi memang ada spot-spot yang memang kita siapkan untuk itu. Semoga bisa jadi dalam waktu singkat,” ujarnya.
Pengembangan kawasan ini juga menyasar pemberdayaan generasi muda melalui penyediaan fasilitas usaha peternakan ayam dan bebek dengan sistem modern. Eri menegaskan, konsep peternakan yang disiapkan akan memperhatikan aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan sehingga tidak menimbulkan bau yang mengganggu masyarakat maupun pengunjung.
“Tapi kita siapkan yang modern, bukan yang manual, sehingga kita juga menunjukkan gerakan anak muda. Jadi nanti tempatnya tidak lagi menimbulkan bau,” jelasnya.