1. Makna Kata Serabi.
Nama "serabi" atau "surabi" berasal dari bahasa Sunda, yaitu "sura," yang berarti besar. Dalam bahasa Jawa, istilah "suro" juga memiliki arti yang sama. Hal ini mungkin berkaitan dengan fakta menarik keempat.
2. Kedua, Asal Usul Serabi sebagai Kue Tradisional Indonesia Masih Diperdebatkan.
Menurut ahli kuliner Bondan Winarno, terdapat dua kemungkinan mengenai asal serabi. Pertama, berasal dari India, di mana terdapat kudapan serupa bernama appam yang terbuat dari tepung beras dan santan.
Kedua, dipengaruhi oleh Belanda, terutama mengingat adanya makanan di Sumatera Barat bernama pinukuik yang menyerupai pancake, istilah yang berasal dari bahasa Belanda.
3. Variasi Serabi yang Beragam di Berbagai Daerah di Indonesia.
Serabi memiliki banyak jenis sesuai daerah asalnya. Di Jawa Barat, ada Serabi Bandung yang menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama dan disajikan dengan kuah dari gula jawa dan santan.
Ada pula Serabi Rengasdengklok yang berwarna hijau berkat daun suji, dengan adonan tepung beras dan tepung ketan, serta disajikan dengan saus gula merah. Di Kuningan, serabi sering dinikmati bersama gorengan seperti pia-pia (bakwan sayur), goreng oncom, cireng, atau comro.
Sementara itu, di Jawa Tengah terdapat Serabi Solo, berbahan dasar tepung beras dan santan. Di Jakarta, serabi dikenal sebagai Kue Ape, yang menggunakan tepung terigu dan susu sebagai bahan utama, menyerupai Serabi Solo dengan tekstur lembut.
Di Sumatera Barat, serabi disajikan dengan kuah manis berbahan campuran gula dan buah, seperti serabi kuah durian yang sangat populer.