Jelang Ramadan, Usaha Sari Matoa Warga Sukorejo Pasuruan Raup Omzet Puluhan Juta

kuliner | 21 Januari 2026 20:02

Jelang Ramadan, Usaha Sari Matoa Warga Sukorejo Pasuruan Raup Omzet Puluhan Juta
Hasil produksi sari buah matoa. (dok kominfo)

PASURURAN, PustakaJC.co – Menjelang bulan suci Ramadan, produk minuman sari matoa produksi industri rumahan di Kabupaten Pasuruan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Salah satunya usaha sari matoa milik Wiji Astuti, warga Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, yang mampu mencatatkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

 

Usaha sari buah matoa tersebut telah digeluti Wiji sejak 2016. Permintaan terhadap produknya terbilang stabil sepanjang tahun, namun selalu melonjak tajam menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (21/1/2026).

 

“Saat ini kami sedang menyelesaikan pesanan sekitar 5.000 kardus kecil. Isinya sari matoa kemasan gelas dengan harga Rp25 ribu per kardus,” ujar Wiji, Selasa, (20/1/2026).

 

 

 

Ia menjelaskan, sebagian besar pesanan disiapkan sebagai stok konsumsi masyarakat untuk kebutuhan Lebaran. Tingginya permintaan membuat proses produksi dilakukan secara bertahap guna menjaga kualitas produk.

 

Menurut Wiji, pemasaran sari matoa sejauh ini masih difokuskan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain keterbatasan pasokan buah matoa, tingginya kebutuhan lokal—terutama dari kawasan pabrik di sekitar Sukorejo—menjadi alasan utama distribusi belum diperluas ke luar daerah.

 

Dari sisi cita rasa, sari matoa memiliki keunikan tersendiri. Minuman ini menawarkan perpaduan rasa leci, rambutan, dan kelengkeng, yang terasa semakin segar ketika disajikan dingin.

 

 

 

Lebih dari sekadar produk minuman, Wiji menilai usaha sari matoa juga berperan dalam pengembangan potensi lokal. Pemanfaatan buah matoa yang tumbuh subur di Kecamatan Sukorejo dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar.

 

“Ini bukan hanya soal minuman, tapi bagaimana potensi daerah bisa terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (ivan)