GRESIK, PustakaJC.co – Di balik identitasnya sebagai kota industri, Gresik menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang tak tergantikan, salah satunya Nasi Krawu. Hidangan khas ini bukan sekadar menu makan, melainkan simbol cita rasa lokal yang telah melekat kuat di tengah masyarakat.
Nasi Krawu dikenal dengan perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas yang khas. Disajikan di atas daun pisang, nasi putih hangat dipadukan dengan daging sapi suwir, serundeng kelapa, serta sambal yang menggugah selera. Kombinasi ini menciptakan sensasi rasa autentik yang sulit ditemukan di daerah lain. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (12/4/2026).
Bagi warga lokal, Nasi Krawu menjadi makanan sehari-hari yang tak tergantikan. Sementara bagi wisatawan, kuliner ini menjadi salah satu agenda wajib saat berkunjung ke Kota Pudak. Tak heran, sejumlah warung Nasi Krawu di Gresik selalu ramai pengunjung, mulai pagi hingga malam hari.
Secara historis, Nasi Krawu telah hadir sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari identitas budaya daerah. Bahkan, kuliner ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Istilah “krawu” sendiri merujuk pada cara penyajian lauk yang diambil menggunakan tangan, kemudian ditaburkan di atas nasi—mencerminkan kesederhanaan sekaligus kehangatan budaya masyarakat Gresik.
Sejumlah warung Nasi Krawu legendaris pun terus bertahan dan menjadi favorit masyarakat. Di antaranya Nasi Krawu Bu Tiban di Jalan Veteran, Nasi Krawu Bu Marjani di Jalan Nyai Ageng Pinatih, hingga Nasi Krawu Mbok Ju yang dikenal dengan sambalnya yang pedas menggigit. Selain itu, ada pula Nasi Krawu Bu Nurma dan Nasi Krawu Bu Timan yang menawarkan cita rasa khas dengan ciri masing-masing.
Dengan keunikan penyajian dan kekayaan rasa yang dimiliki, Nasi Krawu tidak hanya sekadar kuliner, tetapi juga representasi budaya lokal yang patut dilestarikan.
Di tengah gempuran makanan modern, Nasi Krawu tetap berdiri kokoh sebagai ikon kuliner tradisional yang terus dicintai lintas generasi. (ivan)