Dari Kue Lumpur Tradisional ke Kelas Online, Kisah Farida Wulandari Kembangkan Usaha

kuliner | 25 April 2026 16:49

Dari Kue Lumpur Tradisional ke Kelas Online, Kisah Farida Wulandari Kembangkan Usaha
Dari kiri, Farida Wulandari dan Ayu Artha. (dok Radio Republik Indonesia)

SURABAYA, PustakaJC.co – Tren kuliner modern yang terus berkembang tidak menghalangi Farida Wulandari untuk mengangkat kembali kue tradisional sebagai peluang bisnis. Melalui brand Kue Lumpur Bakar Walo, ia menghadirkan inovasi dengan memanfaatkan labu kuning (walo), bahan yang kini mulai jarang digunakan dalam varian kue lumpur komersial, Sabtu (25/4/2026).

Dalam perbincangan di program UMKM Pro 4 RRI Surabaya, Farida mengungkapkan bahwa langkahnya memulai usaha ini berawal dari intuisi. Hal ini sebagaimana dikutip dari rri.co.id.

“Ketika ingin membuka usaha, saya ada feeling untuk membuat kue lumpur,” ujarnya.

Berbeda dari banyak pelaku usaha yang mengandalkan tutorial digital, Farida memilih mengembangkan resep secara mandiri melalui proses trial and error. Ia mengaku mencoba berkali-kali hingga menemukan formula yang tepat.

“Awalnya saya belum tahu resepnya. Saya puluhan kali mencoba tanpa melihat YouTube,” ungkapnya.

Tantangan tidak hanya datang dari racikan bahan, tetapi juga teknik memasak. Pada awalnya, penggunaan arang biasa belum mampu menghasilkan kematangan yang merata. Setelah melakukan berbagai percobaan, ia menemukan metode yang lebih efektif menggunakan arang briket.

“Hasilnya lebih lumer dan lembut, matang atas-bawah, dan prosesnya jauh lebih cepat,” jelasnya.

Meski mengusung produk tradisional, Farida memaksimalkan pemasaran digital melalui platform media sosial, salah satunya Facebook. Respons positif dari pasar justru membuka peluang baru, yakni permintaan belajar membuat kue lumpur.

Melihat peluang tersebut, ia kemudian menghadirkan kelas kursus online (e-course). Dalam waktu empat bulan sejak peluncuran, sebanyak 600 peserta telah bergabung. Dengan biaya Rp59.000, peserta mendapatkan materi video lengkap mulai dari tahap persiapan hingga penyajian.

Selain itu, Farida juga menyediakan kelas praktik langsung bagi peserta yang ingin belajar secara tatap muka. Dengan biaya Rp249.000, peserta mendapatkan fasilitas alat, bahan, serta hasil praktik yang dapat dibawa pulang.

Produk Kue Lumpur Bakar Walo dipasarkan dengan harga terjangkau, yakni Rp25.000 untuk isi enam, Rp36.000 untuk isi sembilan, dan Rp48.000 untuk isi 12. Produksi dilakukan di kawasan Green Semanggi Mangrove, Wonorejo, Rungkut, dengan sistem pemesanan secara daring. (frchn)