BRIN menilai sejumlah komoditas lokal memiliki potensi besar sebagai bahan baku tempe, di antaranya kacang tolo, koro benguk, koro pedang, kecipir, hingga kacang hijau. Selain menjadi sumber protein alternatif, komoditas tersebut juga dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.
Ririn menjelaskan proses fermentasi menggunakan kapang Rhizopus oligosporus maupun Rhizopus microsporus mampu mengubah protein kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap tubuh.
Fermentasi juga diketahui mampu menurunkan kandungan antinutrisi seperti fitat dan inhibitor tripsin yang dapat menghambat penyerapan zat gizi.
"Fermentasi tidak hanya meningkatkan kecernaan protein, tetapi juga menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan," jelasnya.