Google AI Mode Kini Tampilkan Link Resep dengan Visual Lebih Lengkap

kuliner | 08 Juli 2026 14:56

Google AI Mode Kini Tampilkan Link Resep dengan Visual Lebih Lengkap
Google AI Mode menghadirkan tampilan baru untuk hasil pencarian resep dengan gambar, rating, nama kreator, dan detail bahan. Simak dampaknya bagi SEO. (dok cnn)

SURABAYA, PustakaJC.co - Google terus mengembangkan fitur berbasis kecerdasan buatan melalui AI Mode. Kali ini, perusahaan menghadirkan pembaruan berupa tampilan visual khusus untuk hasil pencarian resep makanan dan minuman agar lebih mudah ditemukan pengguna.

 

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Vice President Product Google, Robby Stein. Dalam pembaruan ini, AI Mode akan menampilkan informasi resep secara lebih lengkap dibanding hasil pencarian biasa. Dilansir dari dailyseo.id, Rabu, (8/7/2026).

 

Untuk kueri yang berkaitan dengan resep, Google AI Mode kini dapat menampilkan berbagai informasi penting, seperti gambar makanan, nama kreator resep, rating, detail resep, hingga jumlah bahan yang diperlukan. Dengan tampilan tersebut, pengguna dapat memperoleh gambaran isi resep sebelum membuka situs sumber.

 

Bagi praktisi SEO maupun pemilik situs resep, pembaruan ini menjadi peluang untuk meningkatkan visibilitas konten di hasil pencarian berbasis AI.

 

 

 

Penggunaan Schema Markup atau structured data menjadi semakin penting karena membantu Google memahami struktur dan informasi dalam halaman resep secara lebih akurat. Selain itu, identitas kreator juga menjadi elemen yang ditampilkan, sehingga branding memiliki peran yang lebih besar dalam menarik perhatian pengguna.

 

Google juga disarankan menggunakan gambar asli pada konten resep dibandingkan gambar stok agar peluang tampil di AI Mode semakin optimal.

 

Kehadiran fitur ini membuka potensi tambahan berupa peningkatan awareness, branding, hingga trafik organik bagi situs resep makanan dan minuman. Tidak hanya mengandalkan Google Search konvensional, pemilik website kini juga berpeluang memperoleh kunjungan dari pengalaman pencarian berbasis AI.

 

Pembaruan tersebut menjadi sinyal bahwa optimasi SEO ke depan tidak hanya berfokus pada kata kunci, tetapi juga pada kualitas data terstruktur, identitas kreator, dan penyajian visual konten. (ivan)