SURABAYA, PustakaJC.co – Sering merasa lupa menaruh barang, melewatkan janji, atau kesulitan mengingat hal-hal penting? Kondisi ini mungkin terdengar sepele, namun jika sering terjadi, bisa menjadi tanda adanya masalah pada fungsi otak.
Menurut artikel yang dimuat di Hello Sehat, terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pelupa. Mulai dari gaya hidup hingga kondisi kesehatan mental dan fisik, semuanya berperan dalam menurunkan kemampuan mengingat.
Penyebab Utama Sering Lupa
1. Kurang Tidur
Kurangnya waktu tidur atau tidur yang tidak berkualitas dapat mengganggu proses konsolidasi memori di otak. Akibatnya, seseorang menjadi lebih sulit fokus dan menyimpan informasi.
2. Pola Makan Tidak Seimbang
Kekurangan vitamin B12 dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh berlebihan diketahui dapat memengaruhi kesehatan otak dan memori.
3. Konsumsi Alkohol Berlebih
Minuman beralkohol dalam jumlah besar bisa menghambat fungsi otak, menyebabkan gangguan memori jangka pendek, bahkan kerusakan permanen dalam jangka panjang.
4. Stres, Kecemasan, dan Depresi
Tekanan psikologis berlebihan membuat otak kesulitan memproses dan mengingat informasi baru. Kondisi ini sering kali diabaikan sebagai penyebab pelupa.
5. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Beberapa jenis obat, seperti penenang atau antidepresan, memiliki efek samping yang dapat memengaruhi konsentrasi dan daya ingat.
6. Proses Penuaan
Penurunan fungsi otak secara bertahap adalah hal alami seiring bertambahnya usia. Namun, harus tetap diwaspadai jika disertai gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
7. Gangguan Kognitif Ringan (MCI)
Merupakan kondisi penurunan kemampuan berpikir dan mengingat yang lebih serius dibanding penuaan normal, dan bisa menjadi tanda awal penyakit Alzheimer atau demensia.
Cara Mencegah dan Mengatasi
Para ahli menyarankan sejumlah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga daya ingat tetap tajam:
- Tidur cukup 7–9 jam setiap malam
- Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang
- Menghindari alkohol dan rokok
- Mengelola stres dengan teknik relaksasi atau terapi
- Tetap aktif secara fisik dan mental, seperti berolahraga ringan dan bermain teka-teki otak
Mengatasi masalah sering lupa bukan hanya soal memperbaiki kebiasaan, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup secara menyeluruh. Jika lupa sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, konsultasi ke dokter atau ahli saraf sangat disarankan. (nov)