Ketua Tim Kerja Substansi Pariwisata, Koperasi dan UKM Bappeda Jawa Timur, Nurareni Widiastuti, memaparkan kondisi terkini perekonomian Jatim dan peran besar UMKM agribisnis di dalamnya. Hingga Triwulan II 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 3,09 persen, dengan UMKM menyumbang hampir 40 persen dari total perekonomian.
“Mayoritas pelaku usaha di Jawa Timur, sekitar 90 persen, masih berada pada level usaha mikro. Tantangan utama saat ini adalah mendorong mereka naik kelas melalui penguatan kapasitas, pembiayaan, hingga sertifikasi,” jelas Reni.
Reni menambahkan Jawa Timur memiliki potensi agribisnis besar, seperti jagung, kopi, susu, dan produk peternakan, yang bisa dikembangkan ke sektor hilir, pemasaran digital, hingga peluang ekspor.
“Pengembangan agribisnis ke depan bukan hanya soal hasil panen, tapi membangun ekosistem yang memberi nilai tambah bagi koperasi dan UMKM,” katanya.