18 Kasus Superflu Terdeteksi di Jatim, Mayoritas Menyerang Anak dan Remaja

gaya hidup | 09 Januari 2026 18:42

18 Kasus Superflu Terdeteksi di Jatim, Mayoritas Menyerang Anak dan Remaja
Ilustrasi seseorang yang terkena flu. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mencatat 18 warga Jawa Timur positif influenza varian H3N2 Subclade K atau Superflu. Temuan kasus ini berasal dari periode September hingga November 2025, dengan pasien didominasi anak-anak dan remaja.

 

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Ashta Triyono, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan distribusi pasien laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Seluruh pasien juga dipastikan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Dilansir dari jawapos.com, Jumat, (9/1/2026).

 

“Total ada 18 kasus positif Superflu. Mayoritas ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja,” ujar Erwin, Jumat, (9/1/2026).

 

 

Dinkes Jatim melakukan pemantauan ketat melalui puskesmas, termasuk terhadap kontak erat pasien. Dari seluruh kasus tersebut, kondisi pasien kini membaik dan dinyatakan sembuh, meski sebelumnya ada yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

 

“Satu pasien sempat dirawat di RSUD dr. Saiful Anwar Malang pada September 2025 dan saat ini sudah sembuh,” jelasnya.

 

Erwin menjelaskan, gejala Superflu mirip influenza pada umumnya, seperti demam di atas 38 derajat Celsius, batuk, dan pilek. Penanganan dilakukan dengan istirahat cukup dan pemenuhan gizi, sementara biaya pengobatan ditanggung pemerintah melalui skema BPJS Kesehatan.

 

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Jatim memperkuat surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARI), serta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BBLKM Surabaya. Skrining juga dilakukan terhadap warga yang datang dari luar daerah maupun luar negeri.

 

 

“Edukasi kesehatan terus kami lakukan, mulai dari etika batuk, PHBS, hingga vaksin influenza, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia,” pungkas Erwin.

 

Selain Jawa Timur, kasus Superflu juga dilaporkan muncul di tujuh provinsi lain, yakni Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta. (ivan)