Meski demikian, BI Jatim memprakirakan kinerja penjualan eceran akan melambat dalam enam bulan ke depan. Hal ini tercermin dari IEP Mei 2026 yang diprakirakan sebesar 161,0, lebih rendah dibandingkan April 2026 yang tercatat 164,6.
Ibrahim menjelaskan, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya hari operasional penjualan akibat adanya cuti bersama pada periode HBKN Idul Adha dan Hari Raya Waisak.
Dari sisi harga, BI Jatim memperkirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan akan meningkat, seiring dengan tingginya permintaan masyarakat. Indeks Ekspektasi Harga Umum Februari 2026 tercatat naik menjadi 169,5 dari 158,5 pada Januari 2026.