BI Jatim Perkirakan Penjualan Eceran Naik Februari 2026

gaya hidup | 17 Januari 2026 13:13

BI Jatim Perkirakan Penjualan Eceran Naik Februari 2026
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim saat meninjau di pasar. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Bank Indonesia (BI) Jawa Timur memprakirakan kinerja penjualan eceran di Jawa Timur akan meningkat pada Februari 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Imlek.

 

Perkiraan itu tercermin dalam hasil Survei Penjualan Eceran (SPE). Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Februari 2026 diprakirakan mencapai 175,6, naik dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 174,4. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (17/1/2026).

 

“Peningkatan ekspektasi penjualan pada Februari 2026 didorong oleh naiknya permintaan masyarakat pada momentum HBKN Imlek,” ujar Ibrahim, Jumat, (16/1/2026).

 

 

 

Meski demikian, BI Jatim memprakirakan kinerja penjualan eceran akan melambat dalam enam bulan ke depan. Hal ini tercermin dari IEP Mei 2026 yang diprakirakan sebesar 161,0, lebih rendah dibandingkan April 2026 yang tercatat 164,6.

 

Ibrahim menjelaskan, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya hari operasional penjualan akibat adanya cuti bersama pada periode HBKN Idul Adha dan Hari Raya Waisak.

 

Dari sisi harga, BI Jatim memperkirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan akan meningkat, seiring dengan tingginya permintaan masyarakat. Indeks Ekspektasi Harga Umum Februari 2026 tercatat naik menjadi 169,5 dari 158,5 pada Januari 2026.

 

 

 

Sementara itu, pada Mei 2026, Indeks Ekspektasi Harga Umum diprakirakan berada di level 162,2, relatif stabil dibandingkan April 2026. Kondisi ini menunjukkan ekspektasi harga masih berada pada level tinggi, sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat pada periode HBKN.

 

BI Jawa Timur menilai perkembangan tersebut mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap permintaan ke depan, sekaligus menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di daerah. (ivan)