SURABAYA, PustakaJC.co – Seorang anak di sebuah sekolah di Bogor masih duduk di kelas 4, padahal usianya seharusnya sudah kelas 7. Ia tampak normal, mampu berbicara lancar, bercanda, dan memahami instruksi. Namun saat berhadapan dengan huruf, ia seolah kehilangan arah. Ia belum mampu membaca dan menulis.
Kondisi itu bukan karena malas atau bodoh. Ia diduga mengalami disleksia—gangguan belajar spesifik yang masih sering tidak dikenali oleh sistem pendidikan. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (15/2/2026).
Menurut International Dyslexia Association, disleksia adalah kondisi neurobiologis sejak lahir yang ditandai dengan kesulitan membaca, mengeja, dan mengenali hubungan huruf dengan bunyi. Kondisi ini bukan penyakit, dan tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan.