Padahal, tanda disleksia dapat dikenali sejak dini. Anak mungkin sulit membedakan huruf mirip seperti b dan d, membaca lambat, sering salah mengeja, atau kesulitan menyalin teks. Namun dalam komunikasi lisan, mereka sering menunjukkan kemampuan yang baik.
“Disleksia bukan sesuatu yang harus disembuhkan, melainkan dikelola dengan pendekatan yang tepat,”tulis A. Roni Kurniawan, praktisi pendidikan dan pengembang metode edukasi berbasis psikologi, di antara.
Pendekatan yang efektif adalah metode fonik multisensori, seperti Orton-Gillingham. Metode ini menggabungkan visual, pendengaran, dan gerakan, sehingga anak belajar mengenali huruf secara bertahap dan konsisten.