SURABAYA, PustakaJC.co – Program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto terus menunjukkan progres. Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 2.668 unit koperasi dilaporkan telah rampung secara fisik, meski belum seluruhnya beroperasi.
“Posisi kami saat ini sesuai penugasan adalah membangun. Untuk pengelolaan operasional koperasi, kami masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah,” ujarnya. Demikian dikutip dari Jawapos.com, Selasa, (17/3/2026).
Penugasan pembangunan infrastruktur koperasi tersebut diberikan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Perusahaan pelat merah ini berperan sebagai pelaksana pembangunan gerai, pergudangan, serta penyediaan sarana dan prasarana koperasi di berbagai daerah.
Direktur Utama Agrinas Pangan, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pihaknya saat ini hanya berfokus pada pembangunan fisik dan belum terlibat dalam pengelolaan bisnis koperasi.
Meski demikian, ia memastikan kesiapan perusahaan apabila sewaktu-waktu ditunjuk untuk mengelola ekosistem bisnis Koperasi Merah Putih. Sebagai BUMN, Agrinas menyatakan siap menjalankan setiap mandat yang diberikan pemerintah.
Dalam pelaksanaannya, Agrinas Pangan menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari perlengkapan gerai hingga armada distribusi seperti truk, pikap, dan kendaraan roda tiga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan koperasi dapat langsung beroperasi ketika tahap pembangunan selesai.
Di sisi lain, Agrinas juga mengembangkan kawasan pertanian terpadu sebagai bagian dari penguatan sektor pangan nasional. Salah satu proyek yang telah berjalan berada di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dengan fasilitas lengkap seperti pengering padi, penggilingan beras, hingga pabrik pakan.
Perusahaan turut mendorong modernisasi pertanian melalui penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), drone, dan sistem pemantauan berbasis satelit. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi sektor pertanian.
Ke depan, pengembangan kawasan serupa akan diperluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk Majalengka, Blora, hingga Papua, khususnya Merauke Selatan dan Wanang.
Agrinas menilai kehadiran Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi bagian penting dalam ekosistem tersebut, terutama dalam membantu petani memperoleh akses terhadap kebutuhan produksi seperti pupuk, benih, dan pestisida bersubsidi. (frcn)