Ramadan Jadi Momentum Emas, UMKM Maksimalkan Medsos untuk Lipatgandakan Omzet

gaya hidup | 18 Maret 2026 13:56

Ramadan Jadi Momentum Emas, UMKM Maksimalkan Medsos untuk Lipatgandakan Omzet
Strategi UMKM Lokal memanfaatkan momentum ramadan dengan meraup peningkatan penjualan di media sosial. (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Momentum Ramadan kembali menjadi peluang emas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan. Lonjakan aktivitas masyarakat di platform digital, mulai dari mencari inspirasi menu berbuka hingga berbelanja kebutuhan Lebaran, dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha lokal. 

 

 

Tingginya interaksi pengguna selama Ramadan terlihat jelas di media sosial, khususnya TikTok. Pada pekan pertama Ramadan 2026 saja, tercatat hampir 13 juta video diunggah oleh kreator maupun penjual. Kondisi ini membuka ruang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat branding produk mereka. Demikian dilansir dari Jawapos.com, rabu, (18/3/2026). 

 

 

Sejumlah UMKM berhasil memanfaatkan peluang tersebut, di antaranya UNERD Footwear asal Pasuruan dan Sajodo Snack & Food dari Tasikmalaya. Keduanya menunjukkan bagaimana strategi digital yang tepat mampu mendorong pertumbuhan bisnis secara signifikan.

 

 

Sejak awal berdiri, UNERD telah aktif menggunakan TikTok sebagai sarana promosi. Melalui kombinasi konten organik dan fitur iklan berbayar, mereka mampu menjangkau konsumen baru, khususnya kalangan anak muda yang menginginkan produk stylish dengan harga terjangkau.

 

 

Selama Ramadan, UNERD menyesuaikan strategi kontennya dengan menghadirkan produk yang relevan untuk momen Lebaran, seperti sepatu nyaman untuk silaturahmi. Hasilnya, jumlah pesanan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, hampir 80 persen pembeli berasal dari pelanggan baru, dengan jangkauan pasar meluas hingga berbagai daerah di Indonesia.

 

 

Tak hanya itu, UNERD kini telah memiliki puluhan mitra ritel serta beberapa toko offline di kota besar, dan mulai merambah pasar internasional seperti Jepang.

 

 

Sementara itu, Sajodo Snack & Food juga memaksimalkan kekuatan media sosial sejak awal merintis usaha. Mereka rutin membagikan konten proses produksi hingga cerita di balik bisnisnya, sehingga membangun kedekatan dengan audiens secara organik.

 

 

Seiring meningkatnya permintaan, Sajodo memperluas strategi dengan memanfaatkan ekosistem digital dan layanan iklan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Ramadan menjadi periode krusial bagi bisnis ini karena tingginya kebutuhan camilan untuk berbuka puasa dan persiapan Lebaran.

 

 

Konsistensi tersebut membuahkan hasil signifikan. Pada Ramadan tahun ini, Sajodo mencatatkan peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat. Dengan modal awal sekitar Rp1 juta, usaha ini kini berkembang pesat dengan omzet miliaran rupiah, memiliki tiga pabrik, serta membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan warga.

 

 

Selain memperkuat pasar domestik, Sajodo juga berhasil menembus pasar internasional, seperti Malaysia, Jepang, hingga Arab Saudi.

 

 

Fenomena ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial secara strategis, ditambah kemampuan membaca momentum seperti Ramadan, menjadi kunci penting bagi UMKM untuk bertumbuh pesat di era digital. (Frcn)