JAKARTA, PustakaJC.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (2/4). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sumatera Utara, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat," kata Prakirawan BMKG Yuyun Wulandari, dilansir dari Antara. Demikian dikutip dari Jawapos.com, kamis, (2/5/2026).
Prakirawan BMKG, Yuyun Wulandari, menyampaikan bahwa daerah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan meliputi Sumatera Utara, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, hingga Sulawesi Barat.
Selain itu, hujan yang disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah kota seperti Padang, Bengkulu, Bandar Lampung, Yogyakarta, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan turun di wilayah Bandung dan Tanjung Selor.
"Cuaca berawan tebal di wilayah barat diperkirakan menyelimuti Banda Aceh, Jambi, Pangkal Pinang, dan Pontianak, serta terdapat potensi udara kabur di wilayah Palembang," ujarnya.
Adapun hujan ringan berpotensi terjadi di beberapa kota besar lainnya, antara lain Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga Samarinda. Kondisi berawan tebal juga diprakirakan menyelimuti Banda Aceh, Jambi, Pangkal Pinang, serta Pontianak, dengan potensi udara kabur di wilayah Palembang.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang di Makassar dan Mamuju. Sedangkan hujan ringan berpeluang terjadi di Denpasar, Mataram, Kendari, Palu, Gorontalo, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, hingga Merauke.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan. (frcn)