Inflasi Kota Malang Stabil saat Ramadan–Lebaran, BI Pastikan Tetap Terkendali

gaya hidup | 05 April 2026 13:07

Inflasi Kota Malang Stabil saat Ramadan–Lebaran, BI Pastikan Tetap Terkendali
Perdagangan bahan pokok (bapok) di Pasar Blimbing, Kota Malang. (dok kabarbaik)

MALANG, PustakaJC.co – Laju inflasi di Kota Malang pada Maret 2026 terpantau tetap terkendali meskipun terjadi peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, Minggu (5/4/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sebesar 0,34 persen, lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 0,74 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, menyebut capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga yang tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan musiman.

“Inflasi Maret 2026 masih relatif terkendali, meskipun ada dorongan permintaan saat Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya, Sabtu (4/4). Demikian dikutip dari kabarbaik.co.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kota Malang berada di angka 3,75 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 3,79 persen, namun masih di atas inflasi nasional yang tercatat 3,48 persen.

Dari sisi penyumbang, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi dengan andil 0,30 persen (mtm). Komoditas seperti daging ayam ras, bensin, minyak goreng, cabai merah, dan jeruk menjadi pemicu kenaikan harga seiring tingginya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Selain itu, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo sejak awal Maret 2026, turut memberi tekanan terhadap inflasi akibat pengaruh harga minyak global.

Namun demikian, tekanan inflasi berhasil ditekan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi. Penurunan harga tercatat pada emas perhiasan, tarif angkutan udara, serta beberapa komoditas sayuran seperti bawang putih, kangkung, dan sawi hijau yang didukung oleh ketersediaan pasokan.

Emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,09 persen (mtm), dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat pasca Lebaran serta dinamika likuiditas global. Sementara itu, tarif angkutan udara turun seiring kebijakan diskon selama periode Lebaran guna menjaga daya beli masyarakat.

Secara keseluruhan, kondisi inflasi di Kota Malang pada Maret 2026 masih berada dalam rentang aman meski menghadapi tekanan dari lonjakan konsumsi musiman. (frcn)