Akhir Mei 2026, Fenomena “Blue Moon” Siap Percantik Langit Malam Indonesia

gaya hidup | 06 Mei 2026 21:20

Akhir Mei 2026, Fenomena “Blue Moon” Siap Percantik Langit Malam Indonesia
Fenomena Blue Moon. (ilustrasi)

SURABAYA, PustakaJC.co — Langit malam Indonesia pada penghujung Mei 2026 diprediksi akan dihiasi fenomena astronomi menarik yang dikenal sebagai “Blue Moon”. Peristiwa ini dijadwalkan terjadi pada 31 Mei 2026 dan menjadi momen yang dinanti para pecinta astronomi maupun masyarakat umum. 

Meski disebut “Bulan Biru”, fenomena ini tidak berkaitan dengan perubahan warna bulan. Dalam istilah astronomi, “Blue Moon” merujuk pada kemunculan bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender, dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Rabu (6/5/2026).

Pada Mei 2026, fase purnama pertama jatuh pada 1 Mei yang dikenal sebagai “Flower Moon”. Sementara purnama kedua yang terjadi pada 31 Mei inilah yang disebut sebagai “Blue Moon”. Hal ini dimungkinkan karena siklus fase bulan berlangsung sekitar 29,5 hari, sehingga dalam kondisi tertentu dapat terjadi dua kali purnama dalam satu bulan.

Fenomena ini tergolong jarang karena umumnya satu bulan kalender hanya mengalami satu kali purnama. Blue Moon biasanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali.

Menariknya, Blue Moon kali ini juga bertepatan dengan fenomena “Micromoon”, yaitu saat bulan berada di titik terjauh dari Bumi. Kondisi ini membuat ukuran bulan tampak sedikit lebih kecil dibandingkan purnama pada umumnya, meskipun cahayanya tetap terang.

Fenomena ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia selama kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah saat bulan mulai terbit di ufuk timur setelah matahari terbenam. Pada momen tersebut, bulan kerap terlihat lebih besar secara visual akibat efek ilusi optik atmosfer. (frchn)