Menurut Diana, individu yang mengalami kesepian umumnya mulai merasa dirinya tidak berharga, kehilangan peran dalam lingkungan sosial, hingga cenderung menarik diri dari pergaulan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan mental yang lebih berat.
Ia menyebut sekitar 62 persen masyarakat Indonesia pernah mengalami rasa kesepian dalam hidupnya. Kondisi itu dinilai menjadi perhatian serius karena dapat memicu kecemasan, stres, hingga menurunkan kualitas hidup secara menyeluruh.
“Sering kali justru kitalah yang menciptakan rasa kesepian itu sendiri. Hal ini terjadi karena kita memilih untuk menarik diri dan merasa sudah cukup puas hanya dengan berinteraksi di dalam dunia maya melalui gawai,” ungkapnya.